Masalah siapa Ahlussunnah termasuk perkara yang penting, mengingat kedua kelompok ini sama-samn mengaku pengikut Ahlussunnah Waljamaah. Tetapi mengapa kok jadi beda? Padahal masalah kriteria Ahlussunnah Waljamaah ini yang nanti digunakan tolok ukur menentukan mana yang baik dan benar dan mana yang salah dan tidak baik.
Baik langsung saja ke permasalahan, Kedua belah pihak ternyata sepakat atau sama dalam pokok definisi Ahlussunnah waljamaah yaitu
Golongan Ahlussunnah adalah golongan yang mengikuti Al Qur'an dan Assunnah yakni apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW (meliputi ucapan,perilaku serta ketetapan Baginda). Sedangkan yang dimaksudkan dengan pengertian jemaah adalah sesuatu yang telah disepakati oleh para sahabat Nabi SAW pada masa Khulafa’ Al-Rasyidin yang empat yang telah diberi hidayah oleh Allah SWT
Adapun perbedaannya NU menambahkan dalam definisi diatas dengan
Dari segi ilmu aqidah dan tauhid, ASWAJA mengikut Imam Abu Hassan bin Ismail Al-Asyaari dan Imam Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Maturidi. Dalam ilmu Fiqh, ASWAJA mengikuti mazhab yang empat iaitu Mazhab Hanafi,Maliki,Syafi’e dan Hanbali. Manakala dalam ilmu Tasawuf mengikuti Imam Junayd Al-Baghdadi, Abu Yazid Al-Busthami dan Imam Al-Ghazali.
Jadi secara umum definisinya NU lebih sempit karena membatasi hanya pada pengikut para imam tersebut dan mengeluarkan golongan yang berbeda dengan mereka sebagai bukan Ahlussunnah wal jamaah. Sedangkan Salafy juga mengakui keberadaan para Imam Madzhab yang empat tersebut sebagai Imam Ahlussunnah Waljamaah, dan juga mengakui imam-imam lainnya.
Salafy bersifat kritis terhadap paham tasawuf yang di jadikan patokan NU. Salafy menilai NU sebagai pengikut Imam Asy'aari bahkan telah berbeda dengan Imam Asy'aari sendiri. Lihat disini Salafy menilai NU mendefinisikan Ahlussunnah Waljamaah melebihi dari yang dijelaskan dalam hadist tentang Ahlussunnah Waljamaah yakni ma ana alaihi waashaaby dengan membatasi golongan asyairoh saja yang ahlussunnah padahal saat itu banyak ulama yang komitmen pada sunnah,
NU menilai Salafy dalam mengikuti Ahlussunnah wal jamaah tidak bersanad sebagaimana NU, kalau NU bersanad dalam ikut mengikutnya dari Rasulullah sampai ke KH Hasyim Asy'ary (Pendiri NU).
Wallahu a'lam bissowab.
Baik langsung saja ke permasalahan, Kedua belah pihak ternyata sepakat atau sama dalam pokok definisi Ahlussunnah waljamaah yaitu
Golongan Ahlussunnah adalah golongan yang mengikuti Al Qur'an dan Assunnah yakni apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW (meliputi ucapan,perilaku serta ketetapan Baginda). Sedangkan yang dimaksudkan dengan pengertian jemaah adalah sesuatu yang telah disepakati oleh para sahabat Nabi SAW pada masa Khulafa’ Al-Rasyidin yang empat yang telah diberi hidayah oleh Allah SWT
Adapun perbedaannya NU menambahkan dalam definisi diatas dengan
Dari segi ilmu aqidah dan tauhid, ASWAJA mengikut Imam Abu Hassan bin Ismail Al-Asyaari dan Imam Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Maturidi. Dalam ilmu Fiqh, ASWAJA mengikuti mazhab yang empat iaitu Mazhab Hanafi,Maliki,Syafi’e dan Hanbali. Manakala dalam ilmu Tasawuf mengikuti Imam Junayd Al-Baghdadi, Abu Yazid Al-Busthami dan Imam Al-Ghazali.
Jadi secara umum definisinya NU lebih sempit karena membatasi hanya pada pengikut para imam tersebut dan mengeluarkan golongan yang berbeda dengan mereka sebagai bukan Ahlussunnah wal jamaah. Sedangkan Salafy juga mengakui keberadaan para Imam Madzhab yang empat tersebut sebagai Imam Ahlussunnah Waljamaah, dan juga mengakui imam-imam lainnya.
Salafy bersifat kritis terhadap paham tasawuf yang di jadikan patokan NU. Salafy menilai NU sebagai pengikut Imam Asy'aari bahkan telah berbeda dengan Imam Asy'aari sendiri. Lihat disini Salafy menilai NU mendefinisikan Ahlussunnah Waljamaah melebihi dari yang dijelaskan dalam hadist tentang Ahlussunnah Waljamaah yakni ma ana alaihi waashaaby dengan membatasi golongan asyairoh saja yang ahlussunnah padahal saat itu banyak ulama yang komitmen pada sunnah,
NU menilai Salafy dalam mengikuti Ahlussunnah wal jamaah tidak bersanad sebagaimana NU, kalau NU bersanad dalam ikut mengikutnya dari Rasulullah sampai ke KH Hasyim Asy'ary (Pendiri NU).
Wallahu a'lam bissowab.