Kamis, 25 Oktober 2012

Siapa Ahlus Sunnah Wal Jamaah

Baik Salafy maupun Nahdlatul Ulama keduanya mengaku mengikuti pemahaman Ahlu Sunnah Wal Jamaah maka berikut ini saya akan kemukakan pendapat dari kedua belah pihak.

Kalangan Nahdlatul Ulama berpendapat :


Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah li Thalibi Thariq Al-Haqq, Juz 1, Hal 80 mendefinasikan ASWAJA sebagai berikut 

“yang dimaksudkan dengan sunnah adalah apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW (meliputi ucapan,perilaku serta ketetapan Baginda). Sedangkan yang dimaksudkan dengan pengertian jemaah adalah sesuatu yang telah disepakati oleh para sahabat Nabi SAW pada masa Khulafa’ Al-Rasyidin yang empat yang telah diberi hidayah oleh Allah SWT”. 

Dalam sebuah hadis.
Dari Abu Hurairah RA, Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda 
“ Akan terpecah umat Yahudi kepada 71 golongan, Dan terpecah umat Nasrani kepada 72 golongan, Dan akan terpecah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya akan dimasukkan keneraka kecuali satu. Berkata para sahabat : Wahai Rasulullah, Siapakah mereka wahai Rasulullah ?. Rasulullah menjawab : Mereka yang mengikuti aku dan para sahabatku”. (HR Abu Daud,At-Tirmizi, dan Ibn Majah)

Dalam pemahaman yang lain, istilah AHL AL-SUNNAH WA AL-JAMA'AH ini terbentuk dari 3 perkataan, iaitu :-
  1. AHL - Yang bererti keluarga, golongan atau pengikut 
  2. Al-Sunnah - Iaitu segala sesuatu yang telah diajarkan oleh RASULULLAH SAW. Maksudnya, semua yang datang dari Nabi SAW berupa perbuatan, percakapan, dan pengakuaan Nabi Muhammad SAW
  3. AL-JAMA'AH - Iaitu apa yang telah disepakati oleh para Sahabar RASULULLAH SAW pada masa KHULFA RASYIDIN. 
Perkataan JAMA'AH ini diambil dari Sabda RASULULLAH SAW:-

"Barangsiapa yang ingin mendapatkan kehidupan yang damai disyurga, maka hendaklah dia mengikuti Al-Jama'ah. (HR Tirmidzi, dan di Shahihkan Al-Hakim dan Al-Dzahabi)
Dari segi ilmu aqidah dan tauhid, ASWAJA mengikut Imam Abu Hassan bin Ismail Al-Asyaari dan Imam Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Maturidi. Dalam ilmu Fiqh, ASWAJA mengikuti mazhab yang empat iaitu Mazhab Hanafi,Maliki,Syafi’e dan Hanbali. Manakala dalam ilmu Tasawuf mengikuti Imam Junayd Al-Baghdadi, Abu Yazid Al-Busthami dan Imam Al-Ghazali.
Tersebut di dalam Kitab Muzakkiratut Tauhid Wal Firaq, bagi Asy-Syaikh Hasan As-Sayyid Mutawalliyy , Juzuk 1, Cetakan 1994 M bersamaan 1414 H, muka surat 14 ;

Pembentukan Ahlus Sunnah itu hanya dari dua kelompok sahaja, iaitu kelompok Al-Asya’irah, mereka ialah Para pengikut Fahaman Abu Hassan Al-Asya’ari.
Dan kelompok Al-Maturidiyyah, mereka ialah Para pengikut Fahaman Abu Mansur Al-Maturidi.
RUMUSAN AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH
Maka sesungguhnya Ahlussunnah Wal Jama'ah bukanlah aliran yang baru. Bahkan Ahlussunnah Wal Jama'ah berusaha untuk menjaga agama Islam dari fahaman-fahaman yang sesat. Sekaligus sebagai satu jalan untuk mempertahankan, memperjuangkan dan mengembalikan agama Islam agar tetap sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Baginda RASULULLAH SAW dan para sahabat Baginda.
Sumber : http://jamaluddinab.blogspot.com/     


Adapun menurut Salafy : 

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang menempuh seperti apa yang pernah di tempuh oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya Radhiyallaahu’anhum. Disebut Ahlussunnah karena kuatnya mereka berpegang dan berittiba’ (mengikuti) Sunnah Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya.
Secara terperinci pengertian As-Sunnah menurut Ibnu Rajab al-Hanbali Rahimahullah ialah: “Jalan yang di tempuh, mencakup di dalamnya berpegang teguh kepada apa yang dilaksanakan Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para khalifahnya yang terpimpin dan lurus berupa i’tiqad (keyakinan), perkataan, dan perbuatan. Itulah As-Sunnah yang sempurna. Oleh karena itu generasi Salaf terdahulu tidak menamakan As-Sunnah kecuali kepada apa saja yang mencakup ketiga aspek tersebut”.
Sedangkan pengertian Jama’ah Imam Asy Syafi’i Rahimahullah berkata: “Perintah untuk berpegang kepada Jama’ah, maksudnya adalah berpegang kepada kebenaran dan mengikutinya. Meskipun yang melaksanakan Sunnah itu sedikit dan yang menyalahinya banyak. Karena kebenaran itu apa yang di laksanakan oleh Jama’ah yang pertama, yaitu yang di laksanakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam dan para Shahabatnya tanpa melihat kepada orang-orang yang menyimpang sesudah mereka”.
Sebagaimana yang dikatakan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu’anhu:
” Al-Jama’ah adalah yang mengikuti kebenaran walaupun engkau sendirian”.[Syarah Ushuulil I'tiqaad karya al-Laalika-iy no. 160.]

Komentar Kang Hasan

Menurut pengamatan saya sebenarnya keduanya punya pandangan sama yaitu Ahlussunnah wal jamaah adalah mereka yang mengikuti agamanya Rasulullah dan para sahabatnya termasuk khulafaurrasyidin. 

Berbeda mereka pada penunjukan selanjutnya. NU menunjuk wajib mengikuti  Imam Abu Hassan bin Ismail Al-Asyaari dan Imam Abu Mansur Muhammad bin Muhammad bin Mahmud Al-Maturidi. Dalam ilmu Fiqh, ASWAJA mengikuti mazhab yang empat iaitu Mazhab Hanafi,Maliki,Syafi’e dan Hanbali. Manakala dalam ilmu Tasawuf mengikuti Imam Junayd Al-Baghdadi, Abu Yazid Al-Busthami dan Imam Al-Ghazali.    

Sedangkan Salafy tidak membatasi pada mereka saja tapi menyatakan bahwa Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah para sahabat, tabi’in dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dari para ulama Ahli Ijtihad dan Ahli Hadits yang berjalan di atas Al-Qur’an dan Sunnah dan siapa saja yang mengikuti mereka dalam hal tersebut sampai hari kiamat

sumber 1,  http://qurandansunnah.wordpress.com/
2. http://pustakaimamsyafii.com/siapakah-ahlussunnah-wal-jamaah.html  



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Untuk yang setuju atau yang tidak, atau yang mau nambah keterangan silahkan berkomentar, Jangan panjang lebar dan tolong tegakkan etika berdiskusi. Komentar tidak dimoderasi.